Sunday, April 24, 2016

Heboh Prewed - Part 3

Halooo lama gak nulis lagi. Baru ngurusin prewed aja udah berasa sibuk banget, gimana makin dekat ke hari H ya :D Sekarang ini urusan prewed sudah selesai dari yang indoor maupun outdoor. Untuk indoor dengan Ritz Taipei, aku dan Kevin cuma dikasih pilih 33 foto untuk dimasukin ke CD dan cetak album serta kanvas. Katanya sih butuh waktu 1-2 bulan untuk edit fotonya. Lama juga ya ternyata, tapi semoga hasilnya bagus dan memuaskan. Karena belum di edit, jadi aku belum megang soft copy foto indoor ini. Sedangkan untuk foto outdoor dengan SYM, udah dikasih semua raw files dan beberapa yang mereka edit. Oleh karena itu, di kesempatan ini aku mau pamer beberapa hasil fotonya dong hahaha.. Mungkin komputer kalian akan sedikit lemot karena yang aku masukin benar-benar masih mentah dan gak aku resize.

Seperti yang pernah aku ceritain di part 1 dan part 2, aku dan Kevin memilih untuk foto outdoor di Bali. Ayoo tebak jadinya kita foto dimana aja hihi..

1. Unta di Pantai Nikko
Hari pertama foto, kita memilih untuk foto di pantai Grand Nikko, Nusa Dua. Kenapa kita pilih disini? Karena suka aja ada untanya lucu, walaupun sudah mainstream :)

Jauh hari sebelum hari H, kita sudah booking lewat telepon untuk sewa untanya. Ingat ya kalian yang berminat foto dengan unta, wajib untuk booking karena peminatnya cukup banyak. Waktu kemarin, kita milih waktu jam 3 sore dan durasi peminjaman untanya itu 1 jam. Sebelum kita, ada calon pengantin dari Cina yang juga menggunakan jasa unta dengan durasi 1 jam, yaitu dari jam 2 sampai jam 3. Cuma sayang sekali mereka ini datangnya telat setengah jam. Nah terus gimana dong kita yang udah booking jam 3 tepat, masa ikutan molor. Tapi gak loh, aku salut banget sama manajemen Grand Nikko ini. Jadi kalau kalian datang telat, ya kalian tidak akan diberi perpanjangan waktu. Intinya harus tepat waktu, malah kalau bisa datang lebih awal itu lebih baik kan. Kita pun harus pas 1 jam gak bisa lebih walaupun cuma 1 menit, karena setelah kita juga ada pengantin lain yang nungguin.

Pemakaian unta ini hanya bisa di jam-jam tertentu karena kita menyesuaikan dengan waktu istirahat si unta. Kalau tidak salah ingat, jam 5 ke atas mereka udah gak bisa disewa lagi karena itu waktu mereka istirahat sampai besoknya lagi.
Semuanya masih raw files, tapi bingung juga sih apalagi yang mau di edit. Udah bagus banget menurutku soalnya hehe.. Oiya, akan ada dua orang guide juga yang tugasya mengatur gaya si unta. Jadi kalian jangan takut gak bisa bergaya, karena guidenya ini udah ahli banget nentuin posisi-posisi unta yang bagus.

Kejadian lucu disini, dari 3 calon pengantin termasuk aku yang foto prewed hari itu, semuanya pakai gaun warna merah lol. Saranku selain warna merah, warna kuning juga mewah loh buat foto disini.Gaun yang aku pakai ini salah satu gaun sewa dari Jessica Simadibrata.

Setelah 1 jam, sayang dong ya kalau kita langsung pulang. Jadi selanjutnya, kita foto kasual pakai baju putih-putih disini. Tadinya sih bermaksud tema piknik, tapi gak tau juga terlihat seperti piknik apa ga. Pokoknya kita ketawa-ketawa sepanjang sesi foto ini.

love u dut
Secara keseluruhan, kita puas foto disini. Ada toilet untuk ganti baju, tempatnya terpisah dari pantai untuk tamu hotel jadi benar-benar private, dan manajemen yang profesional. Kekurangannya cuma satu, jarak dari lobby hotel sampai ke lokasi itu cukup jauh. Kita turun 15 lantai dengan lift, lalu jalan kaki kira-kira 10-15 menit, baru sampai ke pantai.

Hari pertama selesai, lalu kita kembali ke hotel :)

2. Bistrot Cafe
Ya pemirsa akhirnya dari semua cafe-cafe yang cukup mahal itu *nangis liat dompet*, kita memutuskan untuk memilih Bistrot Cafe. Alasan memilih cafe ini karena tempatya benar-benar classic vintage dan gaun pinjaman dari Jessica Simadibrata (yang pilihannya super terbatas) cocok banget untuk foto di tempat kayak gini.

Kita memulai sesi foto disini dari jam 08.30 - 10.30 pagi. Make up sudah dilakukan dari hotel dan kita sempat telat 15 menit. Untungnya disini tidak terlalu strict seperti Grand Nikko, jadi kita tetap dikasih waktu 2 jam penuh. Mungkin karena hari itu cuma kita yang sewa tempatnya untuk foto prewed.

Dari semua sesi foto, aku paling lama milih foto buat di upload dari Bistrot Cafe. Banyak banget yang bagus huhu *nangis terharu* SYM Pictures really did a great job! Ingat ini semua raw files dan udah perfect menurutku.

Secara keseluruhan, cafe ini benar-benar totalitas dalam mendesain interior mereka. Vintage banget sampai ke dalam toiletnya juga. Jadi cukup banyak spot foto yang bisa dipakai. Kekurangannya adalah ketika kita lagi sesi foto, mereka tetap membuka cafenya untuk umum. Jadi ada beberapa tamu yang datang ketika kita foto dan itu cukup bikin kita gak nyaman. Padahal menurut tim SYM, biasanya cafe-cafe itu tutup untuk umum loh kalau kita udah sewa untuk foto. Contohnya, Gardin Bistro. Selain itu, kita juga sempat ditegur karena si fotografer naik ke meja untuk foto kita. Alasannya gak sopan karena ada tamu yang lagi makan. Ya memang sih gak sopan, tapi kan kalian juga harusnya nutup itu cafe juga buat umum. Kita udah bayar cukup mahal loh disini. Padahal kata si fotografer, kalau di Gardin itu si fotografer malah disuruh sama manajer restorannya untuk naik meja supaya bisa dapat foto yang kece. Satu lagi, kita cuma dikasih minum segala jenis jus dan soft drink sebanyak 12 gelas. Cukup banyak sih, tapi kalau di cafe yang lain biasanya kita akan dikasih makanan juga loh. Bahkan di Mirror, yang sewa foto disana bakal dikasih voucher makan di Gardin Bistro sebesar 1 juta rupiah.

Jadi saranku buat kalian yang minat untuk foto di cafe-cafe dimanapun, tanyakan ke mereka itu cafe bakal ditutup untuk umum atau gak dan kita dapat makanan atau minuman tidak dari tempat itu. Menurutku juga kalau dengar dari penuturan si fotografer, pelayanan dari Gardin jauh lebih baik dari Bistrot ini. Cuma segala kekecewaan itu terbayar sih dengan hasil foto yang bagus-bagus :)
sekali-kali jadi princess


3. Pelabuhan Kapal Benoa
Ayo kita move on ke tempat selanjutnya, yaituuu aku pilih pelabuhan Benoa ini. Alasannya adalah karena lihat hasil prewednya Nie disini itu bagus terus jadi pengen deh haha.. Katanya sih lagi hits juga tempat ini.
Sebenarnya ada 1 kejadian gak enak disini yang bikin mood cukup ancur ampe sepanjang hari. Ceritanya, kita itu kan emang gak diperbolehkan foto di atas kapal pesiarnya, cuma boleh di dek-dek kapal kayak foto di atas. Nah fotografer kita iseng nanya sama satu orang yang lagi bersih-bersihin satu kapal kalau boleh gak kita naik sebentar dan foto-foto di kapalnya itu. Terus dia bilang gak boleh, tapi kapal yang itu (sambil nunjuk satu kapal lain) boleh. Terus itu orang nyamperin kapal lain itu dan masuk ke dalam ngomong sama yang jaga kapal kalau kita mau pinjem sebentar buat foto. Lalu keluarlah orang yang jaga kapal itu dan kita minta ijin lagi boleh gak 5 menit aja kita pinjam sebentar foto di atas kapal dan dia bilang boleh sambil persilahkan kita naik.

Senang dong kita dan langsung aja kita foto-foto di atas kapal itu cepet-cepet karena gak enak juga kalau kelamaan. Di ujung kapal itu juga fotonya susah dan panas banget apalagi aku takut jatuh dong secara gak bisa berenang. Panasnya itu bener-bener super sampe si Kevin bajunya super basah dan mukanya merah.

Lalu aku bilang ke Kevin kasih aja duit rokok 50ribu buat dia nanti pas kita udahan. Nah pas si Kevin kasih duitnya, ditolak sama yang jaga kapal itu dan dia bilang bayarnya 350ribu. What the f banget dah. Dia bilangnya kirain kita udah tau kalau bayar bla bla bla lah. Ya menurut kita gak ceng li banget itu. Dia kayak sengaja ambil kesempatan nembak harga ke kita. Harusnya kan kalau emang bayar, dia kasih tau dong dari awal. Ya gak sih?

Ya udah lah akhirnya kita bayar, tapi mood si Kevin udah gak banget abis itu. Jadi kita langsung balik gak foto-foto lagi :( Daaan sandal jepitku ketinggalan. Ya emang sih cuma sandal jepit tapi bukan merek sw*llow juga huaa sebel deh gara-gara ada orang nyebelin itu.
nih nama kapalnya

Nanti aku minta tim SYM buat edit dan hapus itu nama kapalnya biar kalau lihat ini foto gak bete-bete lagi :)

Oiya kemarin itu kita gak booking terlebih dahulu, tapi kebetulan lagi gak ada yang foto sih. Ijin lokasinya itu 300ribu saja, tapi spot fotonya cuma di dek-dek kapal aja. Kalau mau foto di atas atau dalam kapal bayarnya mahal lagi bisa berjuta-juta atau ya kalau kalian ikhlas bayar orang yang jaga kapal buat foto di atas kapalnya. Jangan sampai tertipu seperti kita lagi.

4. Pantai Balangan
Lokasi terakhir yang kita pilih akhirnya adalah Pantai Balangan yang bahkan gak ada di list-list foto prewed yang udah aku sebutin di part 2. Pilih lokasi ini karena *lagi-lagi* rekomendasi dari Nie :D Dan terbukti tempat ini oke untuk foto prewed karena spot fotonya cukup banyak. Bisa di pantai dan bisa di atas tebing.
Iya banget kalau kalian nyadar gaun yang aku pakai ini bisa model panjang dan pendek. Kece kan iya kan *maksa*. Aku sewa gaun ini di Savorent seminggu sebelum pergi ke Bali.

Disini juga ada kejadian yang malesin juga sih. Jadi sepertinya pamor Pantai Balangan sebagai tempat prewed itu udah terkenal kemana-mana. Makanya pas kita kesana, ada kali 8-10 calon pengantin yang foto prewed disana dan most of them itu dari negara Cina. Bisa dibayangin makin mendekati waktu sunset, semua orang pengen dapat spot foto yang paling bagus. Salah satu spot foto yang bagus itu di atas tebing dan itu spot gak pernah kosong. Jadi kita harus antri kalau mau foto disana. Nah disini ceritanya kita juga ikutan ngantri. Kalau aku perhatiin, 1 pasangan itu cuma sekitar 10-15 menit foto di atas tebing karena tau diri juga lah banyak yang mau foto disitu juga. Tapi ada 1 pasangan (cewe indo, cowo bule) foto di atas tebing itu luama banget dan kita ngantri di belakang dia. Emang gak nyadar apa yah ini udah mau sunset dan aku juga pengen dong kebagian momen di atas tebing. Akhirnya aku maju aja ke spot foto itu dan mulai pose disana, disaat itu pasangan masih foto-foto. Mungkin mereka AKHIRNYA sadar ada orang lain yang mau foto juga dan mereka AKHIRNYA mau minggir. Tapi MUA aku sempat dengar si cewenya itu ngomong "ngantri dong, gak tau ya budaya ngantri". Aku dan Kevin sih cuek-cuek aja lah gak mau cari masalah. Masa dia gak lihat sih aku udah pakai gaun heboh kayak gini ngantri dan nunggun dia daritadi. Hahaha.. Ada-ada aja manusia di dunia ini. Padahal ya, setelah kita ada juga calon pengantin lain (yang ini dari Cina) yang mau foto di atas tebing itu. Tapi karena kita baru sebentar banget dan belum dapet foto yang oke, fotografer aku bilang dengan sopan kita minta 2 menit lagi dan mereka fine-fine aja loh senyum bilang it's okay.

Abis foto di atas tebing itu kita pulang deh karena udah lelah banget apalagi si Kevin. Tadinya mau foto sekali lagi di pantai pas udah gelap pakai lampu tembak gitu. Tapi ya udalah gapapa aku kasian sama Kevin seharian ini udah capek (terutama gara-gara kejadian di Benoa sebelumnya itu) dan dia nyetir juga kita gak pake supir.

Secara keseluruhan sih kita puas foto disini karena spot fotonya cukup banyak. Cuma kurang nyamannya karena cukup banyak juga orang yang foto disini. Jadi pesan dari aku buat kalian yang mau foto di pantai ini atau dimanapun yang di tempat itu ada beberapa orang lain yang mau foto juga, plis utamakan toleransi dan saling menghargai satu sama lain.

Sekian perjalanan prewed aku dan Kevin di Bali. Secara keseluruhan sih aku enjoy banget ngikutin proses ini. Tapi si Kevin bilang dia gak bakal mau disuruh prewed outdoor lagi walaupun dibayar sekalian. Lah lagian kamu mau prewed sama siapa lagi? Emang kamu ada rencana nikah lagi abis nikah sama aku?? Hahaha awas ya dia..

Akhir kata, aku dan Kevin mau berterima kasih sama semua orang yang ikut berperan di sesi foto prewed outdoor ini, terutama makasih buat Aurel dan Vanessa (fotografer SYM). Mungkin kalian heran kok fotografernnya cewe dan masih muda ternyata. Mereka berdua lebih muda dari aku dan Kevin, but they are truly professional and I'm really proud to work with them.
behind the scene

Friday, April 8, 2016

Kebiasaan Buruk

Post pertama di bulan April :) Agak telat karena kemarin sibuk banget. Sibuk ngapain sih non? Sibuk closing awal bulan seperti biasa hahaha.. Closing bulan ini lebih sibuk dari bulan biasa dan lebih berkesan dari closing bulan lain karena... aku ulang tahun yeay. Iya, ulang tahunku jatuh tepat di tanggal 1 April kemarin dan aku lembur sampai jam 12 malam. Jadi gak ada tuh acara tiup lilin dan makan-makan sama keluarga, apalagi dinner romantis sama si dudut. Udah segitu dulu aja ya soal ulang tahun, nanti aku bahas terpisah lagi (peer no 1).

Selain ulang tahun, aku juga udah menyelesaikan foto prewed sama Ritz Taipei akhir Maret kemarin. Cuma hasil fotonya belum ada. Foto-foto yang pakai hp juga belum dipindahin ke komputer, ini jadi peer no 2.

Kali ini aku mau ngomongin yang ringan-ringan aja dulu ya. Mau bahas soal kebiasaan buruk si Kevin dudut. Tiba-tiba aja kepikiran ini karena dia baru aja ngulangin itu kebiasan yang cukup nyebelin dan annoying buat aku.

Kebiasaan buruk pertama: nginjek belakang sepatu.
Jadi gini, dia itu uda berkali-kali tanpa sengaja (kata dia) nginjek belakang sepatu aku kalau kita lagi jalan. Biasanya kalau jalan kayak lagi di mal gitu, kita jalannya sebelahan (sambil gandengan tangan cihuy). Tapi kalau orang di jalan itu banyak dan jadi sempit ya bisa aja dia jalannya di belakang aku. Nah di saat-saat seperti ini dia suka gak sengaja nginjek. Emang sih sampai saat ini aku gak pernah jatuh, tapi yang aku sebelinnya itu bukan masalah jatuh apa gaknya melainkan aku sebel banget kalo itu sepatu (biasanya flatshoes) jadi kotor amit-amit sampai rusak. Emang lebay sih mungkin alasannya. Dari semua jenis barang yang aku punya, aku itu paling concern sama tas dan sepatu. Kalau punya tas kelipet dikit, bisa langsung bete. Tipe cewe ribet kayak gitu deh hehe.

Dan yang lebih menyebalkan adalah Kevin itu selalu nginjek pas aku lagi pake sepatu yang baru aku beli / bahannya kain/ bahan suede/ warnanya putih. Aku punya satu flatshoes warna putih bahan kain merk G*sh.  Si Kevin itu udah berkali-kal nginjek belakang itu sepatu dan terakhir kali dia nginjek, tempelan hiasan itu sepatu copot. Karena kejadian itu, sekarang aku simpen aja itu sepatu dan belum pernah dipakai lagi. Aku bete banget loh waktu itu.

Anehnya, dia gak pernah nginjek kalau aku pake sandal jepit atau sepatu lain yang istilahnya gapapa kalo keinjek.

Nah belum lama ini aku beli sepatu bahan suede merk Butterfly Tw*st yang model sepatu ballerina gitu. Masih baru pertama kali dipake dan si Kevin injek lagi itu sepatu pas kita lagi jalan di Mal Gading kemarin.  Why oh why, dut?

Kebiasan buruk kedua: nyalain AC terus ditinggal.
Maksudnya itu, dia suka banget nyalain AC kamar dia dari sore-sore buat dia tidur malamnya, tapi abis nyalain AC, dia tinggalin pergi itu kamarnya sampai malam. Katanya sih supaya pas dia mau tidur, kamarnya udah dingin. Buat aku ini annoying banget karena selain pemborosan, itu kan bikin global warming juga. Mungkin buat sebagian orang itu biasa aja, tapi sangat bertolak belakang sama kebiasaan aku yang gak suka buang-buang listrik, buang-buang air dan kawan-kawannya. Alasan lainnya kenapa aku gak suka, karena itu kamar dia jadi dingin banget kayak kutub utara, sedangkan aku itu tipe orang yang gak kuat sama AC dingin-dingin. Ini jadi concern dong secara bentar lagi aku nikah terus tidur sekamar sama dia tiap hari. Huh menyebalkan sekali si dudut ini.

Gak adil dong ya kalau aku ngomongin si Kevin aja, jadi aku mau share beberapa kebiasaan buruk aku yang menurut dia nyebelin.

Kebiasaan buruk pertama: pikun.
Kenapa ga sebut pelupa aja sih? Ya soalnya ini pelupa tapi udah parah banget dan Kevin bilang itu namanya pikun udah bukan lupa lagi :(
Ini penyakit udah lama sih dari jaman masih sekolah. Dulu itu kehilangan HP udah berkali-kali. Tapi setelah ngerasain beli hp sendiri, udah gak pernah lupa lagi loh karena berasa kali ya pake duit sendiri. Terus pas kuliah pernah lupa naro KTP dimana. Biasanya aku taruh di dompet, tapi waktu itu ceritanya lagi mau naik kereta ke luar kota. Petugasnya itu minta kita kasih lihat tiket masuk dan KTP. Abis itu aku lupa KTP nya ditaruh dimana dan ilang deh. Beberapa bulan kemudian dan setelah bikin KTP baru, itu KTP lama ketemu ternyata ada di kantong tas yang dulu dipake. Haduh.. Sering lupa deh intinya. Lupa sama HP pernah, lupa sama KTP pernah, lupa sama dompet pernah, lupa sama hal-hal kecil sering, lupa password apapun udah pasti, you name it lah. Yang terakhir dan belum diselesaikan masalahnya sampai sekarang adalah aku lupa naro buku tabungan BCA dimana. Ini udah fix gak ketemu dimana-mana dan aku belum sempet untuk buat yang baru.

Sampai mamaku nyuruh aku untuk buat satu catatan yang isinya hal-hal penting kayak naro apa dimana, password ini itu, dan teman-temannya. Terus aku bilang ke mamaku, "kalo aku lupa naro catetannya dimana gimana tuh ma?". Ya udah mama aku geleng-geleng kepala aja hehehe..

Mungkin masih banyak cerita soal lupa-lupaan ini, tapi aku lupa apa aja yang pernah aku lupain. wkwkwk.. Kevin suka sebel kalo aku udah pikun kayak gini karena kalo aku udah gak inget, selamanya bakal ga inget itu barang naro dimana atau password ini tuh apa. Dia beberapa kali sampai bilang, "kalo pacar kamu bisa ilang, mungkin udah ilang dari dulu-dulu kali ya dan kamu gak tau". Ya kalo itu ga mungkin laaah... atau mungkin? Hmmm *berpikir keras*

Kebiasaan buruk kedua: malas angkat telpon.
Aneh gak menurut kalian? Sesuai dengan tulisan di atas, ya aku memang malas untuk berbicara di telpon. Sebelum pacaran sama aku, Kevin itu tipe orang yang pacarannya ngobrol di telpon berjam-jam sampai waktunya tidur. Lah aku gak bisa dong kayak gitu. Makanya dulu kita suka berantem karena aku ada aja alasannya kalau mau ditelpon atau kalau dia telpon selalu aku reject. Jahat kah? Tapi ya begitu aku emang gak suka mau gimana lagi dong.

Hal ini gak berlaku buat Kevin aja, tapi ke semua orang termasuk orang tuaku. Kalau mereka telpon, aku itu ngomongnya seperlunya aja, seperti "ya", "nggak", "boleh", "jemput", "belum". Tapi kalau emang ada perlu, aku ngomongnya wajar kok gak selalu kayak gitu juga. Mereka udah tau dan udah terbiasa juga jadi mereka ngerti. Mungkin memang karena keluargaku bukan tipe yang sering menghubungi satu sama lain lewat telpon cuma untuk nanya udah makan apa belum. Kan ada tuh mama yang dalam satu hari bisa puluhan kali nanyain aktivitas anaknya.

Lain hal lagi kalau ada nomor gak dikenal telpon. Kalau aku merasa lagi gak ada urusan sama apapun, biasanya aku gak akan angkat itu telpon. Karena pikirannya udah ke nawarin kartu kredit dsb jadi males.

Kebiasaan aku yang satu ini bikin Kevin sebel karena aku selalu nolak kalau Kevin suruh aku untuk telpon ortu buat nanya mereka lagi dimana. Biasanya itu kalo Kevin abis ajak aku jalan dan mau anterin aku pulang, dia suruh aku telpon untuk mastiin ortuku ada di rumah apa gak jadi aku gak sendirian. So sweet ya. Tapi aku selalu nolak karena rasanya aneh kalo telpon mereka cuma untuk nanya mereka dimana. That's just not so me. Ada yang merasakan hal yang sama? Atau cuma aku yang weirdo.

Kebiasaan buruk ketiga: makan cabe rawit lebay.
Contoh lebaynya, untuk makan sebuah gorengan aku bisa menghabiskan sampai 5 buah cabe rawit ijo. Kevin super sebel sama yang ini karena dia takut aku sakit perut. Tapi gak pernah aku hirauin karena selama ini aku baik-baik aja cuma paling mules-mules dikit lol.

Sampai suatu saat aku kena jackpot. Hari sebelumnya aku makan cabe rawit banyak banget, terus minum cuka apel yang asem. Emang sih perut udah mulai gak enak. Tapi yang bikin jackpot itu keesokan harinya aku datang bulan. Perut yang biasanya sakit standar, jadi bertambah sakit 10x lipat (lebay). Bener loh itu sakit sekali sampai aku hampir pingsan di bis transjakarta ketika pagi-pagi mau ke kantor. Mungkin harusnya udah pingsan pas di bis waktu itu, cuma aku maksain untuk tetap sadar sampai turun ke halte. Pandangan udah gelap dan saking sakitnya itu rasa sakit udah gak berasa lagi.

Gak jadi ke kantor deh minta Kevin jemput anter langsung ke dokter. Camamer udah nyuruin ke dokter kandungan aja. Mamaku juga gitu dia takut kandungan aku kenapa-kenapa kali ya soalnya udah mau nikah jadi hal kayak gini sensitif. Tenang aja ibu-ibu ini cuma karena cabe rawit kok. Setelah itu aku kapok makan cabe rawit lebay lagi. Tapi kapoknya itu cuma 2-3 minggu setelah sakit perut dan sekarang udah mulai makan lagi. Ya gimana dong abisnya doyan :(

Kebiasaan buruk keempat: mepet-mepetin waktu
Kevin itu paling gak suka sama orang yang telat. Beda 1 menit bagi dia itu juga udah telat namanya. Aku juga begitu kok sama paling males sama orang yang telat. Jadi aku selalu membiasakan diriku untuk datang tepat waktu. Nah tepat waktunya itu yang benar-benar tepat dan pas. Kalo janji jam 8 ya aku akan mengkondisikan waktu sedemikian rupa supaya aku bisa datang pas jam 8. Ini yang Kevin gak suka karena aku mepet-mepetin waktu. Tapi kan itungannya bener ya tepat waktu dan gak telat hahaha..

Udah deh segitu dulu setelah dilihat-lihat kenapa kebiasaan buruk aku lebih banyak dari Kevin ya. Kan judulnya mau ngomongin dia lol. Maaf ya dut ternyata aku sering bikin kamu sebel juga. Mungkin lebih banyak nyebelin akunya daripada kamu.

Aku kasih bonus cium aja deh :D,
muah muah

bonus foto :)
Itu foto behind the scene ketika prewed di Ritz kemarin. Semoga bisa ada waktu untuk nulis lagi biar peernya gak numpuk. 2 hari lagi aku mau ke Bali buat foto sama SYM. Udah tinggal sebentar lagi dan si Kevin sakit sekarang :( Doakan lancar, gak ujan, dan si dudut cepet sembut ya. See u on next post :)