Thursday, March 24, 2016

Heboh Prewed - Part 2

Kali ini mau update peer-peer persiapan prewed dari part 1. Yang baru beres itu ke salon buat potong dan warnain rambut. Jadi ceritanya hari Minggu kemarin, saya bingung mau ke salon apa gak ya. Kalau pergi ke salon, kasian Kevin pasti nungguinnya lama, tapi kalau gak pergi takut waktunya gak ada lagi.

Akhirnya diputuskan ke salon juga di Mal Taman Anggrek. Saya belum pernah warnain rambut sebelumnya, jadi pengen cari salon yang bisa warnain dengan bagus. Lalu muter-muter deh cari salon. Tadinya saya mau di Habb Salon, tapi harganya kurang cucok alias kemahalan untuk rambut saya masuknya ke super long kena harga sejuta dan untuk potong rambut dimulai dari harga 200ribuan. Kalau mau potong sama orang koreanya, kena 500ribu. Tadi udah mau disitu aja tapi Kevin bilang kemahalan kita cari yang lain ajah. Keluar dari Habb Salon, saya bingung mau kemana. Peter F Saerang udah pasti lebih mahal, Jhonny Andrean ga sreg, akhirnya masuk ke May May Salon. Setelah tanya-tanya harga, Kevin bilang ya udah disini aja.

foto before
Karena saya gak foto rambut saya sebelum dipotong, jadi ini aja ya foto pas valentine kemarin uhuy.. Singkat cerita, potong rambut, warnain rambut dan ngeblow rambut saya itu makan waktu 3 jam lebih. Kevin udah muter-muter dan balik ke salon itu berkali-kali. Kasian bocah ini. Saya udah takut dia bete, tapi ternyata gak :D
kerjaan pacar yang gada kerjaan
 Hasil akhirnya begini deh,
ada ii tukang potongnya
Untuk warna, saya suka banget. Tapi mama saya bilang warnanya kurang coklat. Gapapa ma, kan saya emang ga mau jadi bule tapi cina hehe.. Untuk hasil potongnya, suka sih tapi kependekaaaan sedih... Mungkin salah saya juga sih karena saya cuma bilang ke ii nya mau model layer dan gak mau dipendekin. Aslinya sih emang gak pendek, tapi ditipisin super banyak sedih... Salah saya juga pas potong rambut bukannya merhatiin, tapi saya malah asyik main ipad. Huahaha.. Saya lagi ketagihan main Infinite Stairs. Seru loh boleh dicoba. Kalau Kevin bilang itu mainan orang nerd.
Source: Google
Abis potong rambut, Kevin manggil saya "cici" mulu. Aihh emang sih saya jadi mirip cici-cici rambut pirang. Semoga pas prewed besok, tukang makeup saya gak kaget lihat rambut saya yang bondol ini dan gak secoklat yang dia suruh. Semoga juga rambut ini bisa cepet panjang dan jadi tebal lagi seperti semula.

Selanjutnya saya mau share hasil pencarian lokasi prewedding di Bali untuk sesi foto dengan SYM. Cari Lokasi foto di Bali itu menurut saya gampang-gampang susah. Gampangnya itu, mau cari pantai banyak sekali, mau cari pura juga banyak, cari danau, mangrove, gunung, bukit semua ada di Bali. Susahnya itu cari lokasi yang pas, jarak yang pas alias gak kejauhan satu sama lain dan menyesuaikan lokasi sama baju. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, saya dapat free dua gaun sewa. Nah saya dikasih pilihan gaunnya itu sedikit, kira-kira cuma 4 buah yang ukurannya pas buat saya. Kalau orang lain cari lokasi dulu baru baju, tapi kalau saya kebalikannya. Saya pilih baju dulu baru lokasi yang menyesuaikan karena sedikitnya pilihan baju. Selain itu, saya juga harus cari lokasi yang letaknya berdekatan karena saya gak mau waktu habis di jalan. Kalau mau foto dengan latar gunung atau sawah, saya harus ke Ubud yang ada di kawasan Bali Utara. Kalau mau foto dengan latar pantai, pilihannya ada banyak di daerah Bali Selatan. Jadi, saya gak bisa ambil latar gunung dan pantai sekaligus karena udah beda area dan waktu yang terbatas.

Langsung saya share aja ya beberapa tempat yang sempat saya tanyain dari yang mainstream sampai yang anti mainstream,
1. Unta di Grand Nikko Hotel
Lokasi ini pasti udah banyak yang tahu. Kita bisa foto dengan latar pantai dan dengan unta tentunya. Kemarin sempat tanya dan harga terupdate 2016 dari mereka adalah,
- 1 hour prewedding photo at USD 115 nett/ couple
- 30 minutes prewedding photo at USD 65 nett / couple
Harga diatas sudah termasuk dua ekor unta dan dua orang asisten untuk untanya.
Jika berminat, bisa reservasi dulu ke tourdesk@grandnikkobali.com atau telepon langsung.
2.  Gardin Bistro & Patisserie
Mau foto di cafe dengan tema semi garden? Bisa mampir kesini. Biaya untuk foto di Gardin terupdate adalah 2 juta rupiah/ 2 jam.

3. Mirror Lounge & Club
Saya suka banget sama tempat ini. Interior di Mirror elegan, classy gimana gitu. Harganya juga cakep, 5 juta rupiah tapi saya lupa untuk berapa jam. Karena masnya pas saya telpon bilang 5 juta, saya uda gak fokus sama isian paket 5 juta itu apa aja. Yang saya ingat, kita dapat voucher makan di Gardin sebesar 1 juta rupiah. Sepertinya Gardin dan Mirror masih di bawah naungan perusahaan yang sama.
Fotonya saya kasih dua karena bagussss.. Ya ada harga ada kualitas.

4. Nusa Lembongan
Kalau kalian sering lihat orang foto di kapal dengan latar air laut yang biru ijo bening banget, itu tempatnya di Nusa Lembongan. Kalian harus naik speed boat dari Bali ke Pulau Nusa Lembongan. Harga naik speed boat itu 500 ribu per orang/ pp. Buat yang tertarik, search di google Bali Tours Club aja. Disana ada harganya lengkap dan jadwal-jadwal keberangkatannya.

5. Pantai Atuh
Letaknya ada di Pulau Nusa Penida. Sama seperti Nusa Lembongan, kalian harus nyebrang dulu naik kapal. Tapi untuk menuju ke Pantai Atuh ini, kalian harus jalan dulu dan yang saya baca-baca jalannya itu cukup jauh dan melewati rumah penduduk. Buat saya Pantai Atuh itu seperti hidden gem di Bali. Sayangnya, saya gak cukup adventureous untuk foto prewed disini.

6. Motel Mexicola
Letaknya di Seminyak. Unik dan colorful cukup untuk menggambarkan resto yang satu ini. Biaya ijin lokasinya sebesar 1,5 juta rupiah untuk 1,5 jam. Kita bisa pilih waktu dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang dan dibatasi kru fotonya itu 5 orang saja termasuk pasangan yang difoto.
Oiya ketika cari-cari lokasi ini khususnya yang tipe cafe-cafe atau hotel, saya cuma tertarik sama yang responnya itu cepat. Kalau email saya gak direspon, ya udah saya gak bakal tanya-tanya tempat itu lagi kecuali udah suka pake banget. Buat saya pelayanan itu penting loh untuk kesan pertama. Jadi semua lokasi khususnya yang tipe cafe atau hotel yang saya sebut disini, punya respon dan pelayanan yang menurut saya bagus lah. Lanjut...

7. The Bistrot
Resto yang ini letaknya juga di Seminyak. Setelah saya meneliti dan menelaah *ceileh* cafe-cafe cantik itu banyak yang lokasinya di Seminyak. Untuk The Bistrot, biaya ijin lokasi ter updatenya adalah 1,5 juta rupiah per jam dan minimal booking itu 2 jam. Waktu yang bisa dipilih antara 8.30am - 12pm. Dapat free flow soft drink untuk 6 orang, kalau lebih ya kena charges lagi. Jangan lupa booking dulu ya kalau mau foto di cafe-cafe.

8. Sandat Glamping Tent
Saya sempat kepikiran untuk sewa private villa yang cakep untuk menginap dan dijadiin lokasi foto-foto juga. Dari banyaknya private villa di Bali, saya suka sama yang ini. Private villa ini menurut saya cukup unik karena tipe villanya hanya terdiri dari 2 bentuk, tent atau lumbung. Untuk foto prewed tanpa menginap di area tent atau lumbung dikenakan biaya USD 250, sedangkan untuk foto di area taman atau living room dikenakan biaya  USD 160. Kalau kita menginap, kita boleh foto di semua area loh.

Ini salah satu bentuk villanya. Harga villa dari USD 220 - USD 260. Lokasinya di Ubud. Ayo yang mau honeymoon disini siapaaa.. Oiya gara-gara Sandat Glamping ini saya jadi pengen honeymoon ke Bali. Hihihi..

9. Pantai Tegal Wangi
Yang ini juga kalian pasti udah sering dengar atau baca kalau searching "lokasi prewedding di Bali" pakai Google. Katanya sih pantai ini bagus karena masih jarang pengunjungnya. Tapi entah ya sekarang kan udah banyak ditulisin di web-web. Mungkin udah gak sepi lagi pantainya. Cici saya kemarin prewed disini dan dia bilang sunsetnya bagus sekali. Dia juga bilang ijin lokasinya free. Tapi kok saya lihat di Google katanya bayar 200ribu karena jalanan menuju Pantai Tegal Wangi itu bukan jalan umum, melainkan milik swasta. Yang ini saya belum cek n ricek lagi sih.

10. Danau Tamblingan
Itu foto cici saya pas prewed di Danau Tamblingan. Mugkin mirip ya sama di Nusa Lembongan. Bedanya ini danau dan airnya ga secakep Nusa Lembongan.


10 aja udah cukup kan? Hehe.. Masih banyak lokasi selain yang sebutkan diatas itu, seperti Monkey Forest, Tanah Lot, GWK dan teman-temannya. Yang saya tulis disini cuma yang saya tertarik aja dan gak menutup kemungkinan saya bakal foto di tempat yang belum saya sebutin. Lalu saya pilih yang mana? Nanti saya kasih tau *sok misterius*

Segitu dulu aja update untuk saya yang lagi heboh prewed ini. Doakan prewed saya dan Kevin lancar yaa.. See u on next post :D

Friday, March 18, 2016

Heboh Prewed - Part 1

Masih ingat gak di postingan sebelumnya saya pernah mention akan foto prewed di bulan Maret.  Jadi sekarang judulnya mau bahas mengenai persiapan prewed. Pertama saya mau jelasin dulu vendor apa saja yang saya pakai. Kenapa saya bilang vendornya apa saja? Yup, karena saya punya dua vendor untuk foto prewedding. Vendor pertama adalah tim fotografi dari bridal saya, Ritz Taipei. Saya ambil paket yang ada foto preweddingnya di Ritz Taipei. Vendor kedua adalah SYM Pictures. Mungkin sebagian dari kalian langsung mikir, kok saya rakus sekali prewed sampai dua kali. Nanti di bawah saya akan ceritakan kenapa bisa pakai dua vendor. Jangan lelah ya bacanya karena postingan kali ini cukup panjang ^^

Vendor pertama yang mau saya bahas adalah Ritz Taipei. Sebenarnya dan sejujurnya saya kurang sreg sama hasil fotonya Ritz Taipei. Lah terus kenapa diambil paket fotonya? Lebih baik saya ceritain dulu ya awal mula deal sama Ritz Taipei. Kevin mulai sounding kalau mamanya mau ngelamar itu sekitar bulan September tahun lalu. Dari situlah untuk pertama kalinya saya mendatangi pameran wedding di Jakarta ceritanya mau lihat-lihat saja dulu. Tanpa ada bekal pengetahuan tentang vendor-vendor wedding dan sama sekali belum pernah browsing apapun yang berbau wedding, datanglah saya kesana sama Kevin. Kesan pertama saya adalah waaaah so beautiful! wiiih cling cling banget! dan sebagainya.. Ceritanya saya norak permisa. Sampai akhirnya saya mampir ke booth Ritz Taipei. Buat capeng yang sudah pernah datang ke pameran wedding mungkin sudah tahu ciri khas boothnya Ritz Taipei yang mayoritas berwarna hitam, lalu ada satu manekin yang pakai gown super cantik beserta chandelier gantung yang memberi kesan super mewah, elegan , classy, apalah itu pokoknya sesuai dengan selera dan saya suka.

Singkat cerita kami deal disana setelah dikasih coba beberapa gaun dan dikasih lihat album fotonya. Kesan pertama ketika lihat hasil fotonya sih bagus, bagus, dan bagus. Gak masalah deh pokoknya. Jadilah saya deal paket yang meliputi gaun new, makeup dan foto prewed seperti biasanya yang diberikan paket bridal. Namun setelah saya pulang dan waktu berlalu, saya jadi mikir sepertinya hasil foto outdoornya Ritz Taipei itu gak sesuasi seperti selera saya, sepertinya banyak pose yang cheesy. Kembali lagi ini masalah selera ya. Selain itu, saya sempat kesana dan lihat-lihat beberapa album fotonya lagi. Saya ngerasa bahwa semuanya itu mirip satu sama lain. Contoh, ada 2 couple yang milih prewed di Bali dan ketika saya bandingkan hasil fotonya itu mirip atau dengan kata lain posenya kurang variatif. Suatu ketika saya menghadiri pesta pernikahan temannya Kevin, disana ditampilkan slideshow foto-foto prewedding mereka. Saya langsung bisa menebak kalau mereka pakai jasa Ritz Taipei dan ternyata benar dong tebakannya. Ini sih entah saya yang hebat atau memang hasil fotonya itu monoton.

Dari situ saya mulai khawatir sama foto prewed saya dan mikir mau cari vendor lain untuk prewed lagi. Saya sih gak muluk-muluk hasilnya harus spektakuler kayak Axioo, yang penting hasilnya jangan pasaran-pasaran amat dan jangan cheesy. Tapi setelah dipikir-pikir itu pemborosan kalau harus prewed dua kali. Nah di saat-saat galau ini saya ngeliat salah satu teman saya ikut contest giveaway di instagram. Saya bukan tipe-tipe cewe yang suka ikut giveaway di instagram, tapi yang ini saya tertarik karena hadiahnya adalah:
- gratis foto prewed dari SYM Pictures di lokasi yang diinginkan (ig: @sympictures)
- gratis sewa satu gaun dari Shella Natasia (ig: @shellanatasia)
- gratis makeup dari Aurelia Make Up (ig: @aureliamakeup),
dan semua hadiah itu akan diberikan untuk 3 pemenang.

Syarat yang harus saya lakukan itu:
- Follow instagram ketiga vendor diatas
- Repost postingan giveaway dari sympictures dan tag 5 temanmu
- Upload sebanyak-banyaknya fotomu dengan pasangan dan beri caption mau foto prewed dimana dan mengapa harus disana.

Awalnya saya sempat ragu mau ikut apa tidak. Karena jujur saja, saya malu kalau mesti ikut-ikut giveaway kayak gini. Nanti semua orang tau dong saya mau prewed gratisan. Hahaha alasannya gak penting banget. Terus saya lihat-lihat udah ada berapa orang yang ikutan giveaway dan saya ngerasa optimis bisa menang karena yang ikut sedikit. 3 pemenang loh bukan 1. Jadilah saya putuskan untuk ikut. Setiap berapa hari sekali saya post foto sama Kevin sama kasih caption sesuai syarat. Pertama-tama sih optimis, tapi makin mendekati akhir periode giveaway, yang ikut makin banyak dan sadis-sadis loh. Maksudnya sadis-sadis itu, ada yang sekali upload foto itu langsung sepuluh biji, ada yang setiap jam upload, gitu-gitulah. Langsung deh saya pesimis karena saya emang gak mau post terlalu banyak foto. Takut dikira mengumbar romantisme di instagram. Sekali lagi alasannya gak penting wkwkwk...

Lokasi prewed yang saya pilih itu Gunung Bromo. Kenapa? Sebenarnya sih karena waktu itu saya belum tahu lokasi-lokasi prewed yang lain. Saya juga gak mau di Bali karena kata bos saya udah banyak banget pasangan yang foto prewed di Bali dan orang-orang disana menjadikan lokasi prewed itu komersil. Mau foto disini bayar sekian dan terkadang biaya lokasinya tidak masuk di akal. Ini sih kata bos saya dan waktu itu saya belum survei-survei di Bali jadi iya-iya aja. Kata bos saya juga, lebih baik ke luar negeri sekalian seperti Singapura yang harga tiket pesawatnya sama seperti ke Bali, bahkan bisa lebih murah.

Sampai akhirnya periode giveaway selesai dan tinggal nunggu pengumuman. Saya sih saat itu udah gak terlalu memikirkan karena ada banyak couple yang fotonya lebih banyak, dapet like lebih banyak pula. Saya pikir, kalau menang berarti itu rejeki saya buat prewed tanpa nambah budget lagi, kalau kalah ya mungkin memang harus keluarin duit ekstra buat milih vendor foto yang belum tentu dibolehin sama Kevin juga.

Di hari pengumuman pemenang ini, saya rajin banget refresh instagramnya SYM Pictures. Padahal niatnya gak mau mikirin, tapi tetep aja ya nungguin *sifat gak mau kalahnya muncul*. Dari pagi, siang, sore belum keluar juga dan ketika malam tiba-tiba ada update di instagramnya SYM mengenai pengumuman pemenang. Saya udah deg-degan banget tapi di postingannya tidak disebut nama-nama pemenang. Intinya, kita para peserta disuruh cek message di instagram lah, atau di whatsapp, LINE dan sebagainya karena yang menang bakal dikasih kejutan disana. Terus saya ingat pernah nanya-nanya soal giveaway ini lewat LINE. Langsung saya cek dan ada message dari SYM yang intinya bilang saya menang. Hore!
seperti ini bentuknya

Jadi seperti itulah kira-kira cerita kenapa saya bisa pakai dua vendor foto itu. Balik lagi ke Ritz Taipei, saya mau share apa saja yang saya dapat untuk foto prewed:
- Make up dan hair do 4x ganti.
- 2 buah gaun untuk foto outdoor.
- 2 buah gaun untuk foto indoor (3 buah gaun kalau gak ada foto outdoor).
- Album foto lupa ukuran berapa tapi gede.
- 2 buah foto yang di pigura lupa juga ukuran berapa tapi gede juga.
- 1 pigura foto kecil full swarovski.
- 1 box nail art kuku palsu.

Karena saya gak suka sama hasil foto outdoor mereka, jadi saya pilih studio foto untuk outdoor.  Hasil foto indoor mereka jauh lebih bagus dari outdoornya. Saya sempat searching-searching studio foto buat prewed di instagram seperti Motoinc dan The House Studio. Semuanya bagus-bagus hanya saja kekurangan keduanya adalah jauh dari Ritz Taipei yang ada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Tapi lagi-lagi namanya rejeki orang mau nikah, tau-tau aja saya nemu studio foto yang baru buka dan lokasinya itu di pluit. Namanya Studio 20 (ig: studio20jkt) dan sepertinya masih satu relasi dengan penyewaan baju Loft 20 (ig: loft_20).  Mungkin saya salah satu tipe bride yang aneh karena bisa suka banget sama studio ini karena fotografer Ritz aja sampai bilang kalau ini adalah studio paling simpel, paling polos, dan paling mahal yang pernah dia lihat. Ya memang sih studio ini kebanyakan disewa sama orang-orang yang mau bikin katalog fashion.

Kira-kira seperti ini bentuk studio 20,


Simpel sekali kah? Kalau Kevin sih suka-suka aja asalkan saya suka.

Untuk gaun prewed dari Ritz Taipei, saya udah pilih. Konsultasi sama tukang foto done, konsultasi sama tukang make up done. Peer saya yang pertama adalah potong rambut jadi model layer dan DIWARNAIN. Kenapa saya bold? Karena saya gak pernah ngewarnain rambut jadi coklat-coklat begitu. Saya gak pede permirsa. Saya sudah terbiasa dengan rambut hitam ini dan takut kulit jadi dekil kalau rambut diwarnain. Tapi kata tukang make up itu harus supaya model sanggul atau apapun itu terlihat ketika di foto. Jadi kalian tunggu saja hasil rambut saya nanti seperti apa :D Oiya kalau ada yang punya saran salon bagus buat warnain rambut, please don't mind to tell me yaa. Kriteria salon bagus itu, harga reasonable (kalau harus mahal gapapa selama worth it) dan ada stylist yang bisa kasih masukan warna apa yang cocok buat saya. Peer yang kedua itu cari properti dan konsep foto buat di studio 20. Karena studionya terlalu polos, si fotografer minta saya untuk mikirin konsepnya mau gimana. Ya seperti studionya, saya suka konsep yang simpel tapi elegan. Semoga yang ini bisa cepat terpecahkan dalam beberapa hari ini karena sudah mepet sekali waktunya. Yang mau minta price list dari studio 20, kasih tau email kalian aja ke saya :)

Jeda waktu antara foto dengan Ritz dan dengan SYM Pictures itu hanya 10 hari saja. Makanya minggu-minggu ini saya heboh ngurusin prewedding. *salah sendiri gak ngurusin dari jauh-jauh hari*

Selanjutnya kita ke SYM Pictures. Langkah selanjutnya setelah tahu saya menang, kita diajak meeting oleh tim mereka untuk tanda tangan kontrak, ngomongin tentang kapan mau foto, apa yang harus disiapin dan apa yang harus saya bayar. Walaupun judulnya giveaway, tapi saya tetap diharuskan menanggung biaya dari:
- Tiket pesawat dan akomodasi tim SYM (2 orang)
- Penginapan dan biaya makan selama disana
- Biaya ijin lokasi
- Biaya makeup hari ke-3 apabila mau foto selama 3 hari (kita cuma dapat waktu untuk foto 2 hari)

Yang saya dapat dari SYM:
- Makeup + hairdo 2x dari Aurelia Make Up
- Foto prewed selama dua hari dengan SYM
- Hasil foto all files (gak dapet yang dicetak)
- Gaun pinjaman tentunya

Dalam hati langsung bersyukur mintanya gak jauh-jauh di luar negeri, kalau gak gimana nasib itu ongkos hahaha.. Oiya waktu itu saya ikutan giveaway sekitar bulan Oktober 2015 dan mereka kasih saya waktu untuk prewed di bulan November atau Desembernya. Ya sudah setelah itu saya cek-cek tiket pesawat, akomodasi, hotel dan sebagainya. Tapi percuma nyusun rencana sematang apapun karena kalau kalian masih ingat dan update berita, di bulan-bulan itu aktivitas di Gunung Bromo mulai tinggi. Sampai-sampai ada beberapa area yang harus ditutup akibat banyaknya kabut dari gunung yang batuk-batuk itu. Tadinya kita mau maksain pergi karena area untuk foto seperti pasir berbisik, savana dan lainnya masih boleh diakses.Namun, selanjutnya dengar kabar dari teman yang baru saja dari sana kalau gunung Bromo lagi parah dan bau belerangnya udah kemana-mana. Takut dong kita karena si Gunung Bromo bisa meletus kapan saja yang dia mau.

Akhirnya dengan berat hati, kita mutusin untuk cari lokasi lain. Dari Raja Ampat, Jogja, Dieng dan teman-temannya tapi dirasa kok gak ada yang klik di hati. Mana persiapan yang dikasih itu cuma sebulan juga kan. Galau banget deh waktu itu sampai sempat merasa nyesel udah ikutan giveaway, terus harus ada masalah baru kayak gini. Ujung-ujungnya kalian bisa nebak gak saya pilih dimana? Selamat buat kalian kalau nebaknya saya prewed Bali. Kemakan omongan sendiri deh yang tadinya bilang gak mau di Bali. Tim foto ini bilang kalau spot foto di Bali itu banyak banget dibanding tempat-tempat yang lain.

Jangan dikira masalah udah beres karena udah nentuin tempat. Karena masalah selanjutnya yang muncul adalah musim hujan di Bali yang intensif di bulan November-Desember. Udah sedih dan cape hati loh saya sama Kevin ini karena ada saja halangannya. Saya memang percaya kalau segala sesuatu yang disiapkan terburu-buru itu hasilnya gak akan bagus. Tadinya udah mau pasrah aja tetap ke Bali dan berharap gak hujan ketika foto disana, tapi tim SYM ini baik banget loh. Akhirnya mereka mau mundurin deadline fotonya sampai tahun depan karena saya nikahnya juga masih lama. Bersyukur banget rasanya dan setelah itu kita gak kontak-kontak mereka lagi sampai bulan Februari 2016.

Mereka follow up ke saya untuk nentuin tanggal prewednya. Bukan saya yang cari-cari mereka, padahal kan saya ini cuma client gratisan tapi mereka tetap profesional. Good job buat SYM. Setelah cari-cari tanggal, kita mutusin untuk ambil di awal April ini. Kalau di ketentuan sebelumnya saya cuma dapat gratis 1 gaun sewa, sekarang saya dapat gratis 2 dari desainer Jessica Simadibrata (ig: @jessicasimadibrata).

Untuk tiket pesawat, hotel, dan lokasi sekarang udah beres. Saya ngurus itu semuanya dalam waktu 2 hari saja gak perlu lama-lama. Untuk baju sudah dapat 2 buah dari mereka. Peer saya untuk prewed SYM cuma cari baju casual sama sewa 1 gaun lagi. Nanti saya ceritain di part 2 ya, kalau gak kalian bakal pegel bacanya.

Babayyyy... xoxo

Friday, March 4, 2016

Baju Mama

Hai hai... Akhirnya nulis lagi dan udah bulan Maret aja. Awal bulan ini lagi sibuk-sibuknya closing, jadi gak sempet nulis, apalagi ngurusin wedding. Walaupun anaknya sibuk closing, kemarin ini mami-mami berkelana keliling Jakarta cari tempat buat mereka jahit baju. Oiya selanjutnya kalo saya nyebut mami berarti itu maminya Kevin, kalo saya nyebut mama berarti itu mamanya saya.

Jadi ceritanya si mami ini udah ngebet cari tukang jahit dari imlek kemarin dan nanyain ke mama kapan ada waktu untuk pergi bareng. Saya beryukur hubungan kedua emak-emak ini baik dan mereka mau cari baju bareng.

Karena calon menantunya ini tipe yang malas ngubek-ngubek instagram buat cari desainer yang oke, jadi saya minta pendapat sama salah satu calon bridesmaid saya dan langsung di respon cepat dengan printscreen instagram dari desainer-desainer yang menurut dia oke. Beruntung sekali diri ini punya bridesmaid yang update instagram. Kategori yang saya mau itu, model baju gak harus yang canggih-canggih banget. Karena model yang aneh-aneh belum tentu dan biasanya gak cocok buat para mama yang tipe badannya sudah tidak seperti dulu pas masih gadis lagi. Kategori kedua, harganya tentu harus reasonable. Kategori ketiga, walaupun modelnya gak perlu yang sampe couture, tapi saya gak mau modelnya itu terlalu emak-emak sekali seperti banyak bordir atau payet yang malah bikin tambah tua.

Akhirnya dari sekian banyak pilihan, saya seleksi jadi tinggal empat doang. Langsung aja tanggal 29 Feb kemarin saya tanya-tanya dan buat janji di tanggal 1 Maret. Gak mau ribet pokoknya. Setelah buat janji, saya susun itinerary kemana dulu mereka harus pergi. Tetiba ingat kalau tanggal 1 itu tanggal crucial karena ada closing cuy. Nanti gimana kalau mami-mami ini nyasar atau telat atau apa gitu. Jadi mau gak mau kemarin ini saya closing sambil sibuk nelponin mereka udah nyampe mana dan sebagainya.

Sehari sebelum mereka berkelana, saya udah wanti-wanti untuk jangan dijadiin dulu dimanapun. Dibanding-bandingin dulu aja semuanya dan dipikirkan dalam satu atau dua hari biar gak ada penyesalan. Oke saya langsung kasih tau tempat-tempat yang udah saya seleksi,

1. My Mischa by Marisa Purnama
source: instagram

Saya demen sama mymischa karena baju di atas. Oiya akhirnya saya mutusin untuk pake warna emerald green untuk warna tema baju keluarga. Pas janjian, Marisanya masih di luar kota, tapi kalau mau lihat-lhat yang disewain itu bisa. Tadinya udah gak mau kesini karena desainernya gak ada, tapi para mami ketemuannya kepagian jadi saya suruh mereka kesini dulu. Soalnya janjian dengan desainer selanjutnya itu jam setengah 2 siang. Dari cerita mama saya sih, mereka gak sreg sama baju-bajunya mischa. Katanya tempatnya kurang rapi dan jahitannya kurang rapi. Mereka juga gak nyobain baju disana. Padahal kalau cek instagramnya sih oke-oke semua. Ya mungkin ini berarti foto bisa menipu karena detail bajunya gak gitu terlihat. Atau ya mungkin memang tidak sesuai dengan selera para mami. Abis itu mereka makan siang sebelum ke tempat selanjutnya.

2. Cynthia Tan
Kalau yang ini saya tahu dari adiknya Kevin yang katanya udah follow instagram desainer ini dari jaman followersnya masih seuprit.
source: instagram
Sejujurnya saya kurang sreg sama Cynthia Tan, karena menurut saya model-model baju mamanya itu biasa aja. Tapi ya karena menurut si mami (yang udah dipengaruhin calon adik ipar) itu bagus pake banget, jadilah saya masukin Cynthia Tan ke daftar yang saya pilih. Seperti yang sudah saya sebut, janji dengan Cynthia Tan itu jam setengah 2.

Sekitar jam 3 kurang saya telpon si mama untuk nanya udah dimana karena jam 3 itu janjian sama desainer berikutnya. Terus saya kaget dong karena si mama bilang mereka mau ngelewatin desainer ke-3 dan mau langsung ke tempat yang terakhir. Terus saya tanya kenapa, kan gak enak saya udah janjian sama desainer yang satu itu jam 3. Si mama lalu bilang kalau mereka udah deal dan DP dengan si Cynthia Tan. Apaaaa? Tambah shock aja dengernya. Karena saya kan gak gitu sreg ya sama yang ini dan berharap mereka sukanya sama yang desainer ke-3 ini.

Rencana awal itu ke desainer ke-3 dulu baru Cynthia Tan, tapi desainer ke-3 gak bisa kalau sebelum jam setengah 2. Jadi ya mau gak mau ke Cynthia Tan dulu.

Abis telpon si mama, saya wa si mami untuk minta datang ke desainer ke-3 dulu karena saya udah janjian dan gak enak kalau gak dateng. Si mami udah bilang oke dan mungkin dia tahu kali ya saya agak bete karena udah diwanti-wanti jangan jadiin dulu sampe datengin semua tempatnya. Si mami langsung kirimin sketsa baju dia yang digambar sama Cynthia Tan dan bilang bajunya bagus, desainernya pinter bisa bikin baju yang keliatan langsing.

Haduh emang ya emak-emak ini begitu dibilang bisa terlihat langsing mereka langsung bahagia. Gemes sih rasanya, tapi kalo mereka udah suka ya gapapa deh. Yang penting itu kan mereka suka, jadi nanti kalau bajunya udah jadi dan amit-amit mereka gak sreg, saya gak disalahin. Bener gak pemirsa?

3. Liza Yuu
Desainer ke-3 itu adalah Liza Yuu. Saya sreg sama yang ini karena di instagramnya ada foto baju-baju mama yang modelnya saya suka. Cocok buat para mami tapi gak bikin tua. Selain itu, followersnya juga belum sebanyak desainer yang lain, jadi harganya seharusnya masih belum semahal yang lain. Walaupun itu bukan jaminan juga.
source: instagram
Cantik dan elegan banget kan foto mami orang yang diatas ini. Menurut saya sih iya.
Walaupun demikian, para mami bilang bajunya kurang bagus, tapi tempatnya memang bagus banget. Saya gak tau sih ya baju apa yang mereka lihat disana. Apa kebetulan emang dikasih liat yang modelnya kurang bagus atau gimana. Tapi saya bertekad mau mampir kesini buat liat-liat baju prewed.

Ngomong-ngomong soal prewed, akhir Maret dan awal April saya mau prewed loh. Tapi belum nyiapin baju dan properti perintilan apa-apa dong. Doakan aja ya bride model kayak gini.

4. Kimoera Boutique
Saya tahu ini karena si mama kemarin nyewa baju disini pas nikahan sepupu. Yang ini para mami gak sempet mampir karena udah kesorean. Mungkin next time kesini lagi untuk nyari baju buat acara pemberkatan. Dulu waktu kesini, pilihan baju untuk sewanya banyak dan bagus-bagus, jadi saya rekomendasiin deh kimoera ini.

Saya berniat untuk ke Cynthia Tan lagi untuk ngomong langsung nanya-nanya desain kayak apa yang mau dikasih ke para mami. Pokoknya Cynthia Tan harus bisa bikin mereka jadi ibu suri dan ibu ratu seharian.
Baju untuk acara pemberkatan belum diputuskan mau sewa atau jahit. Tapi mengingat budget untuk jahit di Cynthia Tan udah cukup besar, jadi ya gak boleh mahal-mahal lagi buat baju paginya. Belum si calon adik ipar juga mau jahit baju juga. Bengkak deh pengeluaran huhuhu...

Btw, liat daisypath udah 6 months to go aja. Semangat hap hap hap!