Friday, January 29, 2016

Choosing Wedding Bouquet

Hai hai.. Kali ini mau membahas soal wedding bouquet. Aku gak dapet wedding bouquet dari bridal, jadi harus cari lagi di luar. Biasanya dari dekorasi bisa menyiapkan buket buat kita dan corsage untuk keluarga. Oiya, aku pakai Evlin Decoration karena dia salah satu rekanan dari venue aku. Nanti akan kubahas di posting yang berbeda.Tapi, karena aku menikah di bulan September (bulan super rame) jadinya Evlin gak bisa menjanjikan buket dan corsage itu.

Mulailah aku cari-cari buket bunga di instagram dan nemu beberapa yang kayaknya cocok sama selera.
1. Atrina Colours
Lebih dikenal dengan nama Atrina Soendoro. Pertama kali tahu Atrina dari rekomendasi sepupu. Katanya harga buket murah, tapi bunganya bagus-bagus.
source: instagram
Kalian bisa lihat portofolionya dari instagram @atrinasoendoro .  Di contactnya kalian bisa lihat ada pin BB, whatsapp dan LINE id. Dari tiga itu, yang di respon cuma dari LINE. Jadi, kalau kalian mau nanya-nanya bisa melalui LINE saja. Responnya agak lama. Mungkin karena beliau itu sendiri dan sibuk banget. Dia pernah bilang kalau dia bales chat aku sambil bikin bunga. Baik banget kaaan..
source: instagram
Paketan dari dia cuma ada 1, yaitu Rp 1.200.000,00 untuk tahun 2016 dan yang didapat:
- 1 bouquet
- 1 groom boutonniere
- 2 corsage papa
- 1 cadangan (corsage)
- delivery Jakarta area 24 jam

Sedangkan harga bunga untuk bridesmaid:
- Rp 550.000,00 untuk 1 small bouquet regular flowers.
- Rp 350.000,00 untuk 1 small bouquet baby breath flowers.
- Rp 250.000,00 untuk hand wrist corsages flowers.

1,2 juta itu harga flat ya pemirsa. Jadi, kalau mau pakai bunga lokal atau bunga import, mau pakai 1 tangkai (ya keleus) atau 20 tangkai, mau pakai mawar atau peony itu harganya sama aja.
Kelebihan lainnya, dia bisa menyediakan bunga peony yang mekarnya super cakep. Kebetulan aku suka banget sama peony.
source: instagram
Tapi sayang sekali, bulan September itu peony lagi gak musim :( say good bye deh sama bunga ini. Musim peony itu di bulan Juni dan Juli. Sedangkan untuk bulan September bunga mawar dan lily lagi cakep-cakepnya. Bagi kalian yang nikahnya di bulan-bulan ini dan pengen pakai peony, aku rekomendasiin sama si Atrina ini karena dimana lagi dengan 1,2 juta bisa dapat buket peony yang katanya diluaran sana 1 tangkai peony harganya mencapai 200 ribu rupiah.

Ketika tante Atrina ini bilang tanggal yang aku mau masih available, langsung deh aku DP 50% untuk tag tanggal tanpa mikir lama-lama lagi. Soalnya dia ini ramai banget loh. Oiya, kalau misalnya suatu saat kita cancel, uang DP akan dikembalikan 100% ke kita. Kurang baik apa coba tante Atrina ini.

Sebelum deal dengan Atrina, ada beberapa florist juga yang sempat kulirik,
2. Twigs and Twine
source: instagram
Kalian bisa cek di instagramnya @twigs_and_twine . Bagi yang pengen buket bunga dengan tema rustic romantic, bisa coba liat twigs and twine karena desain-desain bunganya ke arah sana. Kebetulan aku suka buket yang banyak unsur daun hijaunya gitu.
source: instagram
Price list 2016 dari mereka adalah:
Bridal bouquet starts at 2.500.000
Bridesmaid bouquet starts at 750.000
Groom corsage starts at 200.000
Groomsmen/Father/Brother corsage starts at 150.000


Harga tergantung dari tingkat kesulitan, jenis bunga, dan musim tidaknya bunga tersebut.
Jujur saja, aku paling takut sama yang namanya price starts at. Karena pasti ujung-ujungnya harga bakal melambung tinggi ke awan. Wkwkwk lebay.. Tapi begitulah kenyataannya.
Hanya saja setelah dilihat-lihat lagi, model buket seperti ini cocoknya kalau kita paka gaun yang simpel, model mermaid atau A-line yang tidak terlalu megar. Coba aja kita bayangin kalau bajunya model ball gown yang wah, terus bunganya model seperti gambar di atas. Menurut pendapatku, nanti jadi saling adu megar antara baju sama bunga.

3. The Coppelia
Sebagian besar dari kalian pasti tahu sama yang satu ini. Semua buket bunganya itu menggunakan fine artificial flowers (copas persis kata-kata dari marketingnya). Base dari coppelia ini di Singapura. Buket bisa kita ambil sendiri di Singapura atau setiap akhir bulan di Jakarta.
source: instagram

Berikut harga-harganya untuk 2016:
1. 1 piece of round broochbouquet with premium artificial flowers & crystal brooches is @Rp 5jt IDR
2. 1 piece of cascade broochbouquet with premium artificial flowers & crystal brooches is @Rp 5,8jt IDR
3. 1 piece of groom boutonniere with selected miniature is @Rp500,000,-
Kalau aku perhatikan di instagram, banyak bride yang pakai Atrina untuk morning bouquet dan Coppelia untuk evening bouquet. 
source: instagram
Kelebihannya pakai artificial, buket bisa kita pajang jadi ada kenang-kenangan. Bagus sih memang, tapi dipertimbangkan dulu deh karena kebutuhan wedding lain masih banyak *cry*

4. Bloomine.id
Option lain selain coppelia kalau misalkan tetap mau pakai 2 buket bunga, aku tertarik sama bloomine ini. nama instagramnya @bloomine.id .
Harga buket start di Rp 1.000.000,00 dan untuk groom Rp 85.000,00 . Tertarik sama bloomine karena nuansa bunga yang diberikan itu kebanyakan model-model romantic dan ada kesan rusticnya juga.
Suka deh sama buket bunga yang banyak daunnya.

Sekian dulu postingan mengenai buket bunga. Untuk buket bridesmaid dan corsage keluarga belum deal dimanapun karena masih dipikirkan. Kebanyakan mikir nih. Hehehe..

Semoga informasi yang aku berikan cukup berguna yaa :)





Tuesday, January 12, 2016

Ritz Taipei Bridal (Edisi Patah Hati)

Postingan ini bukan mengenai review Ritz Taipei ya teman-teman :)
Hanya ingin membagi pengalaman yang baru saja kualami.

Kamis, 31 Desember 2015

Aku sama Kevin gak pergi jauh-jauh ketika tahun baru kemarin. Saking gak punya agenda, kita main ke bridal buat nyoba-nyoba baju. Bridal yang aku gunakan adalah Ritz Taipei Bridal. Marketing yang berhubungan sama aku namanya Diana. Orangnya oke karena dia yang menghubungi aku duluan untuk memastikan mengenai prewedding dan make up artist mana yang aku pilih. Sebelumnya, aku kira milih baju pengantin dari sekarang itu masih terlalu cepat. Tapi, begitu tahu kalau udah ada 6 bride akan menikah di hari yang sama denganku, langsung deh kepikiran takut bajunya udah diambil duluan sama yang lain.

Dan bener aja, ada 1 baju yang cukup aku suka tapi ternyata sudah diambil sama yang lain. Aku sudah pernah coba baju ini pas di pameran bulan Desember kemarin. Beginilah penampakannya,

depan bagus
belakang bolong (gak demen)
Aku cukup suka sih, tapi banyak yang bilang kurang bagus modelnya. Jadi ya sudahlah direlakan saja. Hari itu aku gak tag baju apapun karena belum ada yang sreg banget.

Minggu, 3 Januari 2015

Hari itu aku makan-makan cantik di daerah PIK sama teman SMA. Di antara mereka bakal ada yang jadi bridesmaid nantinya. Selesai mamacan, si bridesmaid mengusulkan untuk ke Ritz Taipei yang letaknya di PIK juga. Jadilah hari itu aku ke Ritz Taipei mendadak dan gak sama Kevin perginya. Mereka itu demennya model baju ball gown yang strapless gak ada tangan. Jadilah aku nyobain model baju yang mereka suka. Begitu mencoba satu baju ini, aku langsung jatuh cinta dan bilang dalam hati kalau ini bisa jadi gaun 'the one'. Ini penampakannya,
princess Tashya
megar kaaaan

Kelihatan atau tidak, bagian pinggang ke atas itu transparan dan cetakan bra nya cukup terlihat jelas. Tapi, kata orang Ritz, mereka bisa tambahin payet, lace, atau something yang bisa menutupi bagian transparan itu. Walaupun dari sekian banyak baju yang dicoba ini yang paling oke, aku gak berani ambil ini baju. Alasannya karena aku ingin kasih lihat mama, camer, dan Kevin terlebih dahulu.

Sabtu, 9 Januari 2015

Camer, aku, dan Kevin cuma bisa datang ke Ritz Taipei itu di weekend. Jadilah kita semua ke Ritz Taipei hari itu dengan harapan bisa ambil baju yang aku coba di hari Minggu itu. Ketika ketemu dengan Diana, dia langsung memberitahukan bahwa baju impian aku itu udah diambil sama orang lain. Whaaaat??? Di saat itu, mataku langsung panas pengen nangis, badan rasanya lemes dan gak niat untuk ngapa-ngapain lagi. Aku sempat heran sih kenapa reaksiku selebay itu. Hahaha.. But, seriously that happened..

FYI, paket bridal yang aku ambil itu merupakan paket gaun baru. Jadi, kalau udah ada yang ambil baju itu duluan, aku udah gak bisa pakai baju itu lagi karena levelnya sudah turun jadi gaun second. Alasan lain, bride yang 'mencuri' gaun impian aku itu juga nikah di bulan September besok. Jadi benar-benar sudah tidak memungkinkan lagi untuk perjuangin baju itu :( Disini rasa sedihnya itu sama kayak patah hati abis diputusin pacar. Makanya aku kasih judul edisi patah hati. Haha..

Akhirnya aku tetap nyobain model baju yang lain. Rasanya hari itu sudah gak peduli mau ambil baju yang mana. Yang penting Kevin suka, camer suka dan semua orang suka. Ada satu model ball gown pundak model sabrina yang camer suka banget. Karena menurut dia modelnya wah dan bagus. Camer juga bilang karena aku kurus (padahal mulai gembrot), aku gak bagus pakai gaun ball gown yang terlalu mekar. Jadilah kita ambil ini baju yang ball gown tapi gak terlalu mekar, walaupun aslinya aku demen sama yang super mekar kayak baju yang udah 'dicuri' bride yang mau nikah di bulan September juga. *penting ya harus diucapin lagi wkakaka*

Pulang dari Ritz hari itu rasanya bete banget, pasrah dan kepikiran terus sampe gak bisa tidur. Mikirnya tuh udah macam-macam. Kayak, masa iya di nikahan yang sekali seumur hidup pakai gaun yang aku gak suka. Aku juga gak mungkin pindah bridal lagi karena udah DP cukup besar disana. Oiya, aku gak bilang kalau baju di Ritz itu gak bagus. Pilihannya super banyak dan variatif. Cuma emang aku belum nemuin baju yang benar-benar bikin bilang ini 'the one' sampai sekarang.

Kata Diana, di pameran wedding besok (15-17 Januari 2015) akan masuk baju-baju baru. Karena aku masih kurang sreg sama baju yang udah diambil dan masih ada kesempatan untuk 1 kali ganti, jadi di pameran besok aku mau datang dong. *gak pernah absen akhirnya* Finger cross bakal nemuin gaun 'the one' besok. Ayo siapa yang 15-17 Januari mau datang ke pameran jugaaa..

Akhir kata, aku cuma mau bilang buat teman-teman yang baca, wish me luck dan doakan semoga bisa cepet move on :)

lanjutannya disini




Wednesday, January 6, 2016

Pengalaman jadi Bridesmaid

Selamat tahun baru semuanyaa.. Semoga tahun 2016 bisa menjadi tahun yang bermanfaat dan bersahabat buat kita semua, terutama buat para capeng yang bakalan nikah di tahun ini :) Liburan kemarin yang katanya 'panjang' itu berasa cepat sekali berlalu. Tau-tau sekarang udah duduk manis lagi di meja kantor ngeliatin layar komputer.

Kali ini mau bercerita sedikit tentang bridesmaids atau pendamping pengantin. Mungkin banyak juga yang bertanya berapa jumlah bridesmaids yang ideal? Apa saja yang harus dilakukan oleh para bridesmaids itu?  Siapa yang seharusnya menjadi bridesmaids?

Sedari aku masih kecil, aku sering dijadiin flower girl sama saudara-saudara atau teman dari orang tua yang menikah. Beranjak remaja sampai sekarang juga sering menjadi bridesmaid dari para sepupu yang menikah duluan. Jadi aku punya cukup banyak pengalaman di bagian ini. Karena pas banget kita lagi bicarain ini, aku sekalian mau share beberapa hal yang aku tahu (tolong koreksi ya kalau ada yang salah),

1. Sekitar periode tahun 90-an, bridesmaid sering digantikan oleh flower girl. Jumlahnya bervariasi, tapi kebanyakan jumlahnya itu cukup banyak sekitar 3-5 orang atau lebih. Katanya sih, semakin banyak anak kecil yang jadi flower girl / flower boy, maka yang menikah akan punya banyak anak dan hidup makmur.

2. Sekitar awal tahun 2000-sekarang, sudah mulai jarang yang memakai flower girl / flower boy dengan jumlah banyak. Biasanya cuma sepasang aja. Mungkin karena ngatur anak kecil jalan lurus sampai pelaminan itu susah dan malah bikin ribet berdasarkan pengalaman. Sebagai gantinya, bridesmaid dan bestman yang berjumlah biasanya sepasang. Bridesmaid dan bestman yang digunakan juga biasanya dari pihak keluarga, seperti sepupu, keponakan, dan lainnya. Namun, akhir-akhir ini sudah mulai banyak yang menggunakan teman dekat untuk dijadikan bridesmaid dan bestman.
Yang namanya dulu jadi bridesmaid buat sepupu itu benar-benar simpel. Cuma ke bridal pilih baju, trus pas hari H kerjaannya ngintilin bride kemanapun dia pergi, rapiin buntut bajunya yang super panjang, terus udah. Nah belum lama ini aku juga sempat jadi bridesmaid buat sepupu aku yang lain. Bedanya sekarang dan dulu itu, sekarang sebagian besar bridesmaid gak usah ribet beresin buntutnya si bride karena orang WO yang bakal rapiin itu buntut kemanapun si bride jalan atau pindah tempat. Kalian harus tau kalau betulin buntut gaun si bride itu keliatannya gampang, tapi aslinya susah karena itu buntut berat dan kita harus perhitungin gimana dengan cepat dan sekali kibas supaya itu buntut bisa megar dengan cantik tanpa ada kerutan. Kalau tugas lain seperti bawa keranjang mingle, nampan tea pai gitu-gitu sih tetep ada.
Bridesmaids in action.
Oiya, sekarang juga lagi tren tuh foto-foto pas pagi antara bride sama para bridesmaidnya. Contohnya seperti ini,
Kenapa muka ini girang banget ya.
Jadi agak garing sih kalau bridesmaid dari si bride ini adalah saudara yang asal pilih padahal gak dekat terus diminta foto-foto kayak gini. Istilah lainnya gak ada chemistry gitu loh. Haha.. Ini salah satu alasan kenapa aku lebih pilih teman dekat yang harus jadi bridesmaid aku nantinya. Karena sepupu-sepupu yang cukup dekat dengan aku itu udah pada nikah duluan.

Siapa yang harus jadi bridesmaid itu sebenarnya terserah dari pihak pengantin aja sih. Aku gak bilang kalau pakai teman dekat itu lebih baik daripada saudara/keluarga. Kelebihan pakai teman dekat itu, si bride bakal ngerasa lebih nyaman karena udah ada chemistry antara kita dan bridesmaid. Sedangkan kalau pakai keluarga itu lebih mudah ngaturnya karena kita gak usah mikirin transportnya mereka gimana dan sebagainya. Saranku untuk bride to be semuanya, pilihlah orang dimana kalian merasa paling nyaman bersama mereka karena tugas bridesmaid bukan cuma sekedar bawa nampan dan sebagainya, tapi mereka juga harus bisa memberikan dukungan secara mental kepada kita. Dimana kita mungkin akan merasa panik, cemas, dan lainnya pada saat hari besar kita tersebut.

Selanjutnya, berapa jumlah yang pas untuk bridesmaid? Kalau dari paket-paket bridal yang pernah aku datengin sih rata-rata mereka kasih bonus baju dan makeup bridesmaid itu untuk 1 atau 2 orang. Paling banyak 3 orang tapi itu jarang ada bridal yang kasih sampai segitu. Jadi buat kalian yang dapat 3 baju bridesmaids dari bridal, berbahagialah karena bridal kalian baik sekali.

Aku sendiri sampai saat ini berencana untuk pakai 3 orang bridesmaids, jadi Kevin harus siapin bestman juga 3 orang. Dia sempat ngeluh sih itu kebanyakan karena menurut mamanya (camer aku, ya iyalah) biasanya bridesmaid dan bestman itu cuma sepasang. Aku sih iya-iya aja dulu, tapi dalam hati bilang tetep mau pakai 3. Hehehe.. Menurutku, ini kan sekali seumur hidup, aku mau jumlah bridesmaid ya aku sendiri yang mutusin karena itu berhubungan sama siapa aja yang akan menemani aku di hari H.

Sekian dulu postingan kali ini. Topik ini nanti akan aku bahas lagi lebih jelasnya, dari siapa orangnya, pakai MUA mana, sewa baju dimana. Ditunggu saja :)